Well apapun itu, kalimat ini, kutuliskan kembali, bukan untuk pamer dan sejenisnya, tapi untuk mengingatkanku, bahwa ikhlas itu wajib dilaksanakan, bila belum mampu, setidaknya jangan berhenti mencoba, akupun juga tak lelah mencoba setelah ribuan Kali gagal.
Mencoba membaur dengan segala indah dan buruknya dunia, dengan semua rasa pada semesta raya, kutuliskan setiap jelajah imajinasi, angan, dan harapan. Mari berbagi setiap kisah, di setiap cakrawala waktu dari seluruh tempat di penjuru semesta ini.
Tuesday, March 15, 2016
Ketika saya mencoba bermain kata kata
Well apapun itu, kalimat ini, kutuliskan kembali, bukan untuk pamer dan sejenisnya, tapi untuk mengingatkanku, bahwa ikhlas itu wajib dilaksanakan, bila belum mampu, setidaknya jangan berhenti mencoba, akupun juga tak lelah mencoba setelah ribuan Kali gagal.
Thursday, December 17, 2015
Ketika Hati
Ketika hati mulai bercerita tentang dentingan rasa yang disebut Cinta
Saat itulah semestinya bibir diam sejenak menjadi pendengar
Dan biarkan telingamu yang meraba ke arah mana hatimu berbicara
Kata demi kata yang akan menjadi kalimat sudah bertautan,
Berebutan
Mencuat melalui celah jemarimu
Ada sedikit goresan pada permukaan rasa yang menyentuh sendi kehidupanmu
Itu bukan jelaga hitam yang harus dihapus
Bukan pula sayatan pisau yang menciptakan semburat darah
Itu hanya cinta yang menyapamu
Biarkan hatimu yang bercerita kawan
Cukup ikuti alurnya saja
Boleh kau bersenandung
Tak Salah juga bila kau sambil menari
Bahkan terkadang airmata yang menganak sungai itu bisa menjadi penenangmu ketika hati dan rasa mulai sontak beringas, menyeringaikan taringnya
Jangan berjalan mundur dan menjauh
Jangan pula berdiri diam terpaku
Tetapkan langkahmu kedepan
Boleh kau pelankan bila lelah
Namun jangan tergesa bila kau ingin cepat
Aturlah seindah mungkin
Cinta itu tidak pernah menyakiti
Cinta itu selalu melindungi
Bila kau terluka jangan salahkan cinta
Mungkin tanpa sengaja kau menginjak duri
Atau terantuk batu saat melangkah
Sejauh apapun jarak yang kau tempuh
Hati tak pernah punya batas pemisah pada cinta
Dan tetap biarkan hatimu yang berbicara
Ikuti saja alurnya
Jangan lelah
Cinta tak pernah ingkar pada bahagia
Cinta yang selalu menghalau nestapamu
Winter 16 desember 2016
North point ketika senja memeluk rinduku
Photo by Rheezald Taufik
By Arie Andarie
Friday, October 9, 2015
HUJAN
Wednesday, June 17, 2015
Welcome Again
Demi irama rindu yang menggedor dinding hati
Demi ingin seorang bocah di sana
Demi sebuah nama yang terlantun dalam doaku doamu
Inilah yang kau tunggu telah tiba
Menyapamu lagi
Mendatangimu lagi
Sudah pasti akan ada riuh yang terngiang di telinga
Akan ada aroma kolak pisang menjelang maghrib
Akan ada lantunan merdu ayat suci
Masih menjadi rindu yang sama
Menjadi rasa yang sama
Airmata ini masih bernama rindu
Rindu yang sama seperti tahun lalu
Selamat datang lagi rinduku
Akan kunikmati setiap hujan yang membasahi rasaku
Ramadhan dan Rindu
Aku padamu
Arie Andarie
North Point, 16 juni 2015
Sunday, May 10, 2015
Rinai
Aku dan hujan adalah kecipak tawa
Rinai beraroma doa yang mengangkasa
Berderai pada gumam gemuruh
Seperti blitz papparazi yang mengabadikan gelakku
Pada basah dan dingin yang memelukku
Kutemukan seraut wajah kecil berhias drama
Tawa itu semakin absurd,
Mungkin pada lelehan hujan di senyum sinisnya itu
Ada sejenis asin yang bernama tangis
Ah hujan
Masih saja menyimpan airmata yang disembunyikan
Ah hujan
Aku menikmati setiap rintikmu
Sampai habis, dan meninggalkan genangan
Hujan masih sama
Basah...
Arie Andarie
North Point, 10 Mei 2015
Saturday, May 9, 2015
Sekedar Rindu
Bisikmu itu semacam candu, menjelaga di relung rindu
Getar suaramu seperti sentuhan lembut yang membangunkan birahiku
Dan seperti rindu yang kemarin, semua rasaku terlucuti oleh sendu tatapmu
Ah,
Aku berlebihan mengumpamakan rindu kita
Bukankah masih tampak wajar dan.biasa saja
Belum sampai rindu yang membawaku pada sedu sedan
Masih wajar
Masih biasa saja
Sebagaimana biasa rindu yang juga kau rasakan
Sekedar rindu
Namun,
Hasrat kita membumbung melampaui cinta yang kita semai sayang
Bahkan genggaman yang kita menciptakan ikatan tak kasat mata
Seperti borgol atau pasang dan sejenisnya mungkin
Bolehkah aku tetap seperti ini sayangku?
Menikmati setiap lekuk kemarahanmu
Menikamati setiap sudut malumu
Dan cumbuan kita
Harus beradu dengan rindu yang masih sewajarnya ini
Arie Andarie
North Point, 09 May 2015
Monday, April 13, 2015
Usai
Berderai rindu
Luruh menganak sungai
Menyeringai segala resah
Jatuh terburai semua janji
Menyisakan asa
Membasahi luka
Aku tertahan pada rasa yang lalu